Hukum Bermain Poker Online dalam Islam: Halal atau Haram?

Islam merupakan agama yang tegas dalam menghukumi sesuatu perbuatan, baik itu perbuatan baik maupun perbuatan jahat. Era teknologi mendorong banyak orang untuk terus-menerus bersentuhan dengan dunia digital, Mulai dari berteman melalui media sosial hingga bermain game online maupun offline. Nantinya, Anda akan mengetahui hukum bermain poker online dari perspektif agama Islam.

Lantas, bagaimana hukum yang diterapkan Islam ketika ada pengikutnya bermain game online? Hal ini mungkin kembali kepada niat si pemain, apakah ia ingin bermain untuk melepas penat sejenak, atau memang sudah menjadi kebiasaan, tiada hari tanpa bermain game.

Waktu mereka lebih banyak dihabiskan untuk bermain game sepanjang hari. Padahal, mereka seharusnya masih bisa memanfaatkan waktu untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat bagi kesehatan fisik dan finansial mereka.

Hal inilah kenapa umat Islam dilarang untuk melakukan sesuatu secara berlebihan, bahkan dalam beribadah sekalipun. Islam menuntut pemeluknya untuk seimbang dalam hal ibadah dan muamalah. Oleh karena itu, bermain game yang berpotensi membuang waktu sia-sia merupakan perbuatan yang tidak disukai Allah.

Lalu bagaimana Islam menentukan hukum bermain game poker online? Apakah permainan ini merupakan perbuatan yang dijatuhi hukum haram atau halal? Sebelum masuk ke pembahasan ini, akan diuraikan terlebih dahulu apa itu game poker.

Game Poker

Awalnya, poker merupakan permainan yang hanya dilakukan dengan menggunakan kartu. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, beberapa orang memiliki ide untuk meraup keuntungan dari permainan ini. Mereka memanfaatkan poker menjadikan pemainnya bisa memperoleh keuntungan berupa uang.

Dari sinilah poker Dominoqq menjadi permainan yang dianggap termasuk sebagai kategori perjudian. Sistem permainannya mengharuskan pemain untuk memberikan sejumlah uang sebagai taruhan. Nominalnya tergantung kesepakatan dari semua pemain dan selanjutnya jika salah satu pemain menang, maka seluruh uang taruhan akan menjadi miliknya.

Sistem Judi Poker

Sistem pada permainan judi poker ini adalah dengan mengharuskan setiap pemain untuk memberikan sejumlah uang taruhan sebelum bermain. Setelah syarat tersebut terpenuhi, maka mereka pun bermain hingga ada pemain yang kalah dan juga yang menang. Di sinilah hukum bemain poker online menjadi perbuatan haram yang tidak dibenarkan dalam agama Islam.

Pemain yang menang akan mendapatkan semua uang taruhan dari seluruh pemain yang kalah. Di sini, hanya ada satu pemain yang berpeluang menang, sisa pemain lain sudah pasti menjadi pihak yang kalah. Pemain yang kalah tentu akan kehilangan sejumlah uang yang ia pertaruhkan.

Peluang untuk menjadi pemenang hanyalah sekian persen, tetapi peluang untuk kalah dalam permainan poker ini sangatlah besar. Oleh karena itu, diperlukan suatu pandangan yang melihat bagaimana sebenarnya hukum bermain poker ini mengingat setiap pemainnya lebih berpeluang untuk kalah dan menanggung kerugian yang teramat besar.

Poker dalam Perspektif Islam

Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dalam bersikap dan merupakan agama yang tegas dalam menegakkan hukum Allah. Jadi sebagai umat muslim, ada baiknya Anda mengetahui bagaimana sebenarnya Islam memandang permainan poker ini.

Dalam hukum bermain poker online, ternyata dalam Islam termasuk permainan yang digolongkan ke dalam perjudian. Judi sendiri merupakan suatu transaksi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dalam kepemilikan suatu barang atau jasa, tetapi hanya menguntungkan satu pihak saja, sementara yang lain harus menderita kerugian.

Walaupun seseorang menjadi pemenang dalam suatu pertandingan, bukan berarti ia menjadi seseorang yang dianggap beruntung di sisi Allah karena perbuatan judi tersebut sangat dilarang oleh Allah. Oleh sebab itu, jika umat Islam melakukan permainan judi jenis apapun, termasuk poker, maka orang tersebut akan mendapatkan dosa dan juga azab yang besar.

Pada hakikatnya orang yang bermain judi merupakan manusia yang tersesat dari jalan Allah. Ketidakjelasan status dari uang taruhan tersebut akan dimiliki siapa membuat uang tersebut memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian pada pemiliknya.

Dampak Buruk dari Pemainan Judi Poker

Semua perkara yang dilarang untuk dilakukan sudah pasti membawa dampak negatif bagi setiap orang yang melakukan perbuatan tersebut. Oleh karena itu, Allah melarang suatu adalah berpulang untuk kebaikan setiap makhluk-Nya. Allah ingin setiap umat-Nya terlindung dari perbuatan yang berdampak buruk bagi dirinya dan juga orang lain serta agar terhindar dari hukum bermain poker online yaitu dosa besar yang akan menyeret mereka masuk ke neraka Allah.

Berikut beberapa diantara efek negatif yang ditumbulkan judi poker yang perlu Anda sadari.

  • Lupa pada Allah

Setiap pemain judi poker tentu saja melupakan atau cenderung mengabaikan larangan yang disampaikan Allah dalam firman-Nya. Sebagian besar dari mereka sudah mengetahui hukum bermain poker, tetapi tidak mengindahkan larangan tersebut sehingga lama-kelamaan ia akan melupakan Allah dan menganggap jika judi merupakan perbuatan yang dibolehkan.

  • Lupa Ibadah

Seseorang yang melakukan perbuatan dosa dan tenggelam dengan aktivitas tersebut tentu saja akan membuatnya sibuk dengan kenikmatan duniawi yang sebenarnya sangat merugikan dirinya.

Ia akan menghabiskan seluruh waktunya untuk bermain agar bisa memenangkan permainan tersebut. Jangankan ibadah, bisa jadi makan, minum, dan tidur juga ia abaikan sehingga berakibat buruk pada kesehatannya.

  • Malas Bekerja

Asumsi sebagian pemain judi yang menganggap bisa mendapatkan uang dengan cara yang mudah membuatnya menjadi malas bekerja dan menjadi pribadi yang tidak produktif. Waktunya hanya dihabiskan untuk bermain poker sembari berharap akan memperoleh keuntungan yang sangat besar.

Poker online akan membuat mereka selalu memiliki harapan semu, lupa Allah dan lupa ibadah, menjadi manusia yang tidak produktif, serta berpotensi memutuskan tali siraturrahim yang sudah sangat lama terjalin baik. Oleh karena itu hukum bermain poker online ini adalah haram untuk dilakukan oleh seluruh penganut agama Islam.